Pengertian Paragraf atau Alinea dan Cara Pengembangannya
Apa itu Paragraf/Alinea?
Menurut Kuntarto, paragraf/alinea adalah bagian karangan yang
berkaitan secara utuh dan padu serta membentuk satu kesatuan pikiran. Secara
umum paragraf/alinea adalah himpunan dari kalimat-kalimat yang bertalian dalam
suatu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan.
Terdapat beberapa kelengkapan unsur dalam paragraf yaitu :
· Kalimat topik = Kalimat Utama
· Kalimat Penjelas = Kalimat Pendukung
· Pungtuasi/tanda baca
· Konjungsi dan preposisi
· Kata Ganti/Pronomina
Struktur Paragraf
Secara umum struktur paragraf setidaknya memiliki tiga unsur yaitu:
1. Pembuka
-
menghantar
pokok pikiran dalam paragraf tersebut.
- mencoba menarik
perhatian para pembaca sehingg tertarik
dan ingin tahu lebih lanjut isi paragaraf
2. Penghubung/pengembang
-
berisi
persoalan yang akan dibahas yang di dalamnya
-
adanya
keterkaitan antara bagian pembuka dengan bagian penutup
3. Penutup
-
bagian yang
bermaksud mengakhiri karangan
-
mengandung
simpulan apa yang telah diuraikan dalam bagian penghubung/pengembang
Syarat sebuah Paragraf yang Efektif
1.
Kesatuan/kohesif
-
Memperhatikan
dengan jelas suatu maksud atau sebuah tema tertentu.
-
Semua kalimat
hanya membicarakan satu tema/topik.
-
Kalimat utama
hanya diperinci oleh kalimat penjelas/kalimat pendukung.
-
Tidak boleh ada
kalimat sumbang; kalimat yang tidak mendukung kalimat utama.
2. Koherensi/Kepaduan
- Kekompakan
hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk paragraf
itu.
- Kalimat-kalimat
yang memiliki hubungan timbal balik antara kalimat-kalimat yang membina alinea
itu baik, wajar, dan mudah dipahami tanpa kesulitan.
- Koherensi suatu
paragraf dapat ditunjukkan oleh: Pengulangan kata/repetisi, Penggunaan kata ganti/Pronomina
dan Penggunaan kata-kata transisi.
3. Kelengkapan
- Mengacu pada
adanya pikiran utama yang berwujud kalimat utama dan pikiran penjelas yang
berwujud kalimat-kalimat penjelas.
- Kalimat-kalimat
penjelas haruslah menunjang kejelasan kalimat utama.
- Paragraf
dinyatakan sebagai paragraf tidak lengkap jika tidak dikembangkan secara baik.
- Unsur
kelengkapan itu sering pula disebut pengembangan alinea.
Jenis-jenis Paragraf
A.
Berdasarkan
letak kalimat utamanya
1.
Paragraf
Deduktif: Kalimat utama berada di awal paragraf
2.
Paragraf Induktif: Kalimat utama berada di akhir
paragraf
3. Paragraf
Variatif/ Campuran: Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok
atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri
dengan kalimat topik. Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan
penegasan dari awal paragraf
B.
Berdasarkan
penyampaian isinya
1. Paragraf
Deskripsi
- Berusaha
mendeskripsikan sesuatu berdasarkan ciri-ciri yang tampak pada benda atau pada
situasi tertentu.
- Pembaca
seolah-olah hadir dalam bacaan tersebut.
2. Paragraf
Eksposisi
Berusaha untuk
menjelaskan secara terpenrinci suatu hal
sehingga pembaca mendapat informasi baru tentang sesuatu hal itu yang tadinya belum diketahui akhirnya
menjadi tahu.
3. Paragraf Persuasif
- Berusaha untuk
mempengaruhi orang lain agar setuju atau melakukan perbuatan yang diminta
- Biasanya
menggunakan partikel
- Bersifat ajakan
atau bujukan
4. Paragraf
Argumentasi
Berusaha untuk
menyampaikan suatu hal dengan cara memberikan data-data yang dibantu dengan
argumentasi/alasan yang logis sehingga para pembaca merasa yakin pada hal yang
sedang dibacanya.
5. Paragraf Narasi
-
Berisi
kisahan/peristiwa secara kronoligis
- Adanya tiga
penanda yaitu hadirnya tokoh dalam cerita, karakter, dan penanda waktu yang
runtut
Pola Pengembangan Paragraf
1.
Perbandingan
Menggunakan
ungkapan seperti serupa dengan, seperti halnya, demikian juga, sama dengan,
sejalan dengan.
2.
Pertentangan
Menggunakan
ungkapan-ungkapan seperti berbeda dengan, bertentangan dengan, sedangkan,
lain halnya dengan, akan tetapi, bertolak belakang dari contoh.
3.
Cara Analogi
Cara
pengungkapan objek yang dijelaskan dengan objek lain yang memiliki kesamaan
atau kemiripan. Adanya kata-kata kiasan yaitu seperti, ibaratnya, dan
bagaikan.
4.
Cara Contoh
Ungkapan yang
sering digunakan yaitu kata seperti, misalnya, contohnya.
5.
Cara Proses
Proses
merupakan suatu uraian dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk
menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau urutan dari sesuatu kejadian atau
peristiwa
6.
Cara Kausalitas
Pengembangan
kausalitas dengan cara menjelaskan hubungan sebab akibat jika menerangkan suatu
kejadian baik berdasarkan sebab terlebih dahulu maupun dampak/akibatnya.
Ungkapan yang sering digunakan yaitu padahal akibatnya, oleh karena itu,
karena itu.
7.
Cara
Klasifikasi
Pengembangan
paragraf melaui pengelompokan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Ungkapan yang digunakan
dibagi menjadi, digolongkan menjadi, terbagi menjadi, mengklasifikasikan.
8.
Cara Definisi
Cara definisi
yaitu dengan menggunakan kata-kata seperti adalah, yaitu, ialah, merupakan.
Perlu diingat
!!!
- Gunakan kata adalah jika
mendefinisikan sebuah benda
- Gunakan kata yaitu jika mendefinisikan
kata kerja atau kata sifat
- Gunakan ialah jika
menjelaskan sinonim
- Gunakan kata merupakan jika mendefinisikan pengertian rupa atau
wujud
9.
Cara Sudut
Pandang
- Pengembangan
paragraf dengan cara menggunakan point of view dari tempat seseorang melihat
sesuatu
- Apakah
persoalan yang sedang dibahas dari sudut pandang orang pertama (saya, aku)
orang kedua (engkau, saudara, kamu), orang ketiga (dia, ia, mereka)
10. Umum-Khusus Vs Khusus-Umum
Cara
mengembangkan paragraf lewat ide-ide utama di dalam paragraf lalu perincian
demi perincian yang terdapat pada kalimat berikutnya (Umum- khusus ) dan
sebaliknya yang terjadi pada paragraf yang dikembangkan dengan pola
(Khusus-Umum).
Nah, itu tadi merupakan pembahasan tentang Pengertian dari Paragraf atau Alinea beserta Pengembangannya. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi para pembaca.
Terima Kasih...

Tidak ada komentar untuk "Pengertian Paragraf atau Alinea dan Cara Pengembangannya"
Posting Komentar